wanita malang itu duduk termenung seorang diri
sesuatu yang begitu berharga yang membuatnya termenung
..................................CINTA..........................................
di setiap sujudnya, tak henti-hentinya ia memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk menganugerahkan CINTA ke dalam lubuk hatinya
selama hidupnya, ia tak pernah merasakan CINTA
setiap kumbang yang berlabuh tidak bisa menyediakan CINTA untuknya
mereka hanya mempunyai ruang kosong yang mereka harap ada yang mengisinya
bukan sebuah ruang kosong yang ia butuhkan
akan tetapi, sebuah ruangan yang meskipun telah penuh dengan sesuatu yang istimewa, pintunya tak akan menutup kemungkinan untuk memasukkan istimewa-istimewa yang lain
akhirnya CINTA itu datang
di luar dugaan, ruang hatinya yang telah lama beku, mencair secara perlahan
bukan seorang pangeran yang menawarkan CINTA
bukan pula seorang saudagar kaya
dialah seorang yang membawakan keistimewaan CINTA
dialah yang menyadarkan wanita malang bahwa orang memiliki CINTA itu adalah seorang yang istimewa dan beruntung
wanita malang itupun menikmati CINTA yang ia dapatkan,
tanpa menyadari segala keluh kesahnya dulu sebelum ia dapatkan CINTA itu
CINTA itu memang nikmat
seakan-akan sebelum mendapatkan CINTA itu, manusia tak pernah merasakan kesedihan
padahal, di setiap langkah manusia, tak pernah luput dari suatu kesedihan dan keterpurukan, meski hanya setitik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar